Tentang Kata Kata 'Menuju Ke'
SALAH satu kalimat pada alinea novel online berjudul "Sisa Nafkah yang Kau Ungkit" tertulis begini: Langkahnya ragu, seperti tahu bahwa dirinya sedang menuju ke ring eksekusi. Adakah yang ganjil dari salah satu kalimat novel itu yang dimuat di Facebook ? Ada. Setidaknya menurut saya.
Supaya tidak ganjil dan efektif kata-kata, sebaiknya awalan 'ke' dihapus. Karena 'ke' cenderung sinonim dengan kata 'menuju', sehingga kalimat ini sebaiknya menjadi : Langkahnya ragu, seperti tahu bahwa dirinya sedang menuju ring eksekusi.
Dalam konteks yang sama tetapi berada pada platform lain, saya jumpai situasi berbeda.
Sebuah VT (Video TikTok) dari akun 'zerofive.id.media' lewat di beranda akun TikTok saya.
Judul akun itu menuliskan seputar Teddy Pardiyana suami mendiang Lina Jubaedah, di mana Lina ini sebelumnya adalah janda dari komedian Entis Sutisna (Sule).
Di caption ditulis penjelasan cukup panjang, diinformasikan siapa sesungguhnya Teddy yang pernah bekerja serabutan di AS itu.
Nah, di caption tersebut saya membaca salah satu alinea, begini :
Teddy Pardiyana mulai dikenal publik secara luas setelah pernikahannya dengan almarhumah Lina Jubaedah, mantan istri Sule, pada Januari tahun 2019.
Sampai di sini saya bertanya-tanya, setidaknya pada inti kalimat : ... setelah pernikahannya dengan almarhumah Lina Jubaedah, mantan istri Sule, pada Januari 2019.
Lantas disusul pertanyaan dalam hati lainnya : Menikah dengan almarhumah ?
Kok janggal ya, manakala kata 'almarhumah' diletakkan di depan nama Lina Jubaedah. Logika saya, Teddy Pardiyana menikahi almarhumah, orang yang sudah meninggal.
Saya lebih sreg menuliskannya begini : ... setelah pernikahannya dengan Lina Jubaedah, almarhumah -- mantan istri Sule, pada Januari 2019.
Kata 'almarhumah' saya letakkan di belakang 'Lina Jubaedah' yang sebelumnya didahului tanda baca 'koma' ( , ), karena ini saya anggap logis.
Bagaimana? (*).
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tulis Komentar